Kisah Prof.KH. Saefuddin Zuhri VS DN Aidit
Dalam sebuah rapat umum di Istora Senayan, Pemuda Rakyat beramai-ramai mendemonstrasikan pesta makan daging tikus. Pesta ini merupakan refleksi dari sikap mereka untuk melecehkan hukum Islam, sekaligus pertanda dimulainya gerakan pengganyangan sistematis mulai dari tikus (koruptor dan manipulator), setan desa, setan kota, kapitalis birokrat dan semua musuh PKI.
Bahwa isu daging tikus merupakan bagian propaganda anti agama yang sistematis dan terbukti dengan dimunculkannya isu tersebut pada sidang DPA yang dipimpin Presiden Sukarno. Menteri Agama Syaifuddin Zuhri, yang saat itu merangkap anggota DPA, duduk di sebelah kanan D.N Aidit (ketua CC PKI) pada jarak kira-kira hanya 20 cm. Tetapi dengan nada sinis Aidit tidak bertanya langsung secara baik-baik melainkan secara antipati melalui forum.
Katanya, “Saudara Ketua, tolong tanyakan kepada Menteri Agama yang duduk di sebelah kanan saya, bagaimana hukumnya menurut Agama Islam makan daging tikus ?”
Refleks spontan, watak santri cerdas Syaefuddin Zuhri muncul dan dengan enteng menjawab, “Saudara ketua, tolong beritahukan kepada si penanya di sebelah kiriku ini bahwa aku sedang berjuang agar rakyat mampu makan ayam goreng. Karena itu jangan dibelokkan (mereka) untuk makan daging tikus !”. Jawaban ini mengundang gelak tawa seluruh hadirin, termasuk Bung Karno sendiri. Dan Aidit pun terdiam (dari buku Biografi Sosial Politik Menteri-Menteri Agama RI). Dan Menteri Agama yg sekarang ( Lukman Hakim Saifuddin) adalah putra KH Saifuddin Zuhri.
Sumber : Rivqi Ahmad

0 komentar:
Posting Komentar